JAKARTA – Selebgram Sandra Viona kembali ramai diperbincangkan warganet setelah ia membongkar masalah internal yang selama ini ia simpan sendiri. Dalam siaran langsung berdurasi hampir satu jam, Sandra menceritakan bagaimana tim manajemennya selama ini “main belakang” dan merugikan pekerjaannya. Cerita itu langsung menyebar di berbagai platform dan menjadi topik hangat hingga pagi tadi.
Masalah Bermula dari Kontrak Endorse yang Tidak Pernah Sampai
Sandra Viona mengawali ceritanya dengan membahas soal kerja sama brand yang tiba-tiba hilang tanpa alasan jelas. Ia mengaku sering mendapat DM dari beberapa perusahaan yang bertanya tentang laporan promosi, padahal ia tidak pernah menjalankan project tersebut.
Dia curiga, lalu mulai mengecek email kantor yang terhubung dengan akun profesionalnya.
“Aku kaget waktu lihat inbox penuh penawaran kerja sama yang nggak pernah aku terima,” ujarnya. Ia menjelaskan bahwa sebagian besar email itu sudah diberi balasan oleh seseorang yang mengaku sebagai dirinya. Dari sinilah ia sadar ada yang salah dalam timnya.
Menurut penuturannya, bagian administrasi dalam tim manajemen ternyata sering mengambil alih komunikasi tanpa izin, lalu menutup informasi itu dari dirinya. Bahkan beberapa kerja sama sudah berjalan, tapi uangnya tidak masuk ke akun resmi yang biasa ia pakai.
Konflik Makin Meledak Saat Sandra Menemukan Bukti Transfer
Sandra Viona mengaku akhirnya menemukan kejanggalan yang paling mencolok: bukti transfer dari brand besar ke rekening pribadi seseorang dalam timnya. Ia mengetahui hal itu saat salah satu staf junior yang merasa bersalah memutuskan untuk membocorkan informasi.
“Aku langsung lemas. Rasanya kayak ditusuk dari belakang,” tutur Sandra sambil menahan emosi.
Ia kemudian memanggil seluruh anggota tim untuk rapat mendadak. Dua hari kemudian, orang itu menghilang dan langsung mengundurkan diri lewat pesan singkat tanpa permintaan maaf.
Sponsor Ikut Kaget dan Minta Klarifikasi
Setelah cerita itu viral, beberapa brand yang pernah bekerja sama dengannya ikut memberikan komentar. Mereka mengaku sudah berkirim email dan menerima balasan profesional, sehingga tidak pernah curiga kalau ada masalah di belakang layar.
Salah satu brand kecantikan yang cukup besar menyebut bahwa mereka sudah membayar penuh untuk kampanye tahun lalu dan tidak menyangka kalau Sandra tidak pernah menerima pemberitahuan apa pun.
Netizen Ramai Berspekulasi, Tapi Tetap Beri Dukungan
Tidak butuh waktu lama sampai nama Sandra memuncaki trending. Netizen membicarakan masalah itu sepanjang malam. Sebagian merasa kasihan karena ia terlalu percaya pada orang-orang terdekatnya. Ada juga yang menilai Sandra terlalu baik dan tidak memeriksa alur kerja tim secara rutin.
Meski begitu, dukungan membanjir di kolom komentarnya. Banyak yang menyarankan agar ia membentuk tim baru yang lebih profesional, bahkan beberapa menawarkan diri untuk membantu urusan administrasi dan legal.
“Kalau tim nggak jujur, kerja juga jadi nggak tenang. Kamu kuat banget bisa cerita,” tulis salah satu netizen.
Sandra Viona Ambil Langkah Tegas dan Bentuk Tim Baru
Setelah mempertimbangkan berbagai masukan, Sandra akhirnya mengumumkan langkah tegas. Ia mengganti seluruh struktur manajemen, mulai dari admin, koordinator project, sampai bagian finansial. Ia ingin membangun sistem yang lebih transparan supaya kejadian serupa tidak terulang.
Sandra Viona juga bermitra dengan konsultan hukum untuk memastikan semua kontrak lama dan baru berjalan sesuai aturan.
“Aku nggak mau kerja dengan rasa takut lagi,” katanya.
Dia menegaskan bahwa semua brand yang ingin bekerja sama sekarang bisa langsung memakai email resmi yang sudah ia umumkan. Ia pun berharap kesalahan lama tidak memengaruhi reputasinya di dunia profesional.
Rencana Sandra Viona ke Depan: Fokus pada Konten dan Reputasi
Meski capek menghadapi drama internal, Sandra Viona bilang ia ingin tetap fokus menciptakan konten dan menjaga hubungan dengan para pengikutnya. Ia merasa kejadian ini justru membuatnya lebih sadar bahwa kontrol penuh atas pekerjaannya adalah hal penting.
Ia ingin menghabiskan beberapa minggu ke depan untuk merapikan arsip kerja sama, meninjau laporan keuangan, dan memastikan semua pembayaran baru masuk ke rekening yang benar. Selain itu, ia ingin memperkuat sistem keamanan digitalnya, mulai dari email hingga akses media sosial.
“Sekarang aku lebih hati-hati, tapi tetap ingin kerja dengan happy,” ujarnya.

