SEKOLAH TINGGI AGAMA KRISTEN PROTESTAN NEGERI TARUTUNG
English
Berita Slide show
Ditulis pada hari Rabu, 22 Februari 2017
293 Dilihat

STAKPN TARUTUNG GELAR KULIAH UMUM TAHUN 2017

Selasa, tanggal 21 Pebruari 2017 STAKPN Tarutung menggelar Kuliah Umum perdana untuk memasuki semester baru. Kuliah umum ini masuk dalam agenda akademik STAKPN Tarutung dalam rangka meningkatkan mutu  pembelajaran di masa mendatang.. Kuliah umum juga ini bertujuan untuk membuka wawasan para Dosen, Pegawai dan mahasiswa di STAKPN Tarutung. Bertempat di Gedung Auditorium Kampus 2 STAKPN Tarutung, Kuliah Umum ini mengambil tema penting yakni : “Pencegahan Pelanggaran Hukum Dikalangan Civitas Akademika Melalui Pembudayaan Nilai-Nilai Pendidikan”. Kuliah Umum ini dihadiri oleh Seluruh Pejabat Fungsional dan Dosen, Pejabat Struktural dan Pegawai serta seluruh mahasiswa dari berbagai jurusan.

            Hadir sebagai narasumber Prof. Dr. H. Achmad Gunaryo, M.SoC.Sc (Guru Besar Ilmu Hukum, saat ini menjabat Kepala Biro Hukum dan Kerjasama Luar Negeri Kementerian Agama RI) dan Simon Morrys Sihombing, SH, M.Hum (Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Tarutung). Kuliah umum ini diawali dengan Ibadah Singkat dan kemudian dilanjutkan Kata Sambutan dari Ketua STAKPN Tarutung Prof. Dr. Lince Sihombing, M.Pd sekaligu membuka secara resmi Kuliah Umum Perdana Tahun 2017.

            Prof. Dr. H. Achmad Gunaryo, M.SoC.Sc menyajikan tema “Pembudayaan Kesadaran Hukum Oleh Dosen dan Mahasiswa dalam Memaknai Nilai-Nilai Pendidikan”. Dalam paparannya beliau menjelaskan bahwa ada kerisauan terhadap pemaknaan terhadap dan implementasi nilai-nilai pendidikan di kalangan dosen dan mahasiswa belum menjadi kesadaran hukum yang membudaya. Di sisi lain Dosen masih mencukupkan diri pada kriteria minimal, dan malas untuk melanjutkan studi, dan lain-lain serta rendahnya produktifitas tulisan dan penelitian dosen. Mahasiswa kuliah lebih karena status ketimbang kebutuhan, kejujuran akademik yang masih rendah. Budaya Hukum, secara sederhana dapat didefenisikan sebagai pola perilaku yang diorientasikan pada penciptaan keteraturan, ujar beliau.

            Lebih jauh lagi Prof. Dr. H. Achmad Gunaryo menambahkan bahwa pengimplementasian nilai-nilai pendidikan seharusnya menjadi bagian dari kesadaran hukum kita sebagai civitas akademika. Ada beberapa nilai pendidikan yang penting untuk diimplementasikan, yaitu : Kesetaraan (equality), Kejujuran (honesty), Rasional, Terbuka, Penghormatan, Objektif, dan Rendah Hati. Diakhir paparan beliau mengajak civitas akademika bahkan juga warga kampus STAKPN Tarutung untuk membangun budaya hukum dalam rangka penegakan nilai-nilai pendidikan. Selesai menyaji, Ketua STAKPN Tarutung beserta pejabat fungsional STKAPN Tarutung memberikan cinderamata kepada kedua narasumber berupa Ulos batak dikarenakan beliau ada kesibukan untuk kembali langsung ke jakarta.

            Sementara itu, Simon Morrys Sihombing, SH, M.Hum mengangkat tema tentang “Cyber Crime dan Bijaksana dalam Penggunaan Teknologi Informasi & Komunikasi”. Mengawali paparannya beliau menyampaikan bagaimana sekarang pengguna Internet yang begitu besar sampai tahun 2016 sudah mencapai 250 jt pengguna. Selanjutnya beliau menjelaskan tentang Cyber Crime, bahwa Cyber Crime adalah perbuatan melanggar hukum dan/atau tanpa hak berbasis teknologi informasi atau dengan memakai komputer dan/atau jaringan komputer sebagai sarana atau alat sehingga menjadikan komputer dan/atau jaringannya sebagai obyek maupun subyek tindak pidana yang dilakukan dengan sengaja. Lebih jauh beliau juga membahas regulasi yang mengatur tindak pidana cyber crime yaitu dengan adanya UU. ITE No. 11 Tahun 2008 serta bentuk-bentuk kejahatan Cyber Crime antara lain : 1. Kejahatan Dunia Maya yang menggunakan komputer sebagai alat kejahatan atau menggunakan sarana-sarana dari sistem/ jaringan komputer (mis: penipuan kartu kredit, penipuan bank, pencurian identitas, dll). 2. Kejahatan Dunia Maya yang berkaitan dengan isi atau muatan data atau sistem komputer atau di dalam sistem/ jaringan komputer (mis : pornografi anak, perlanggaran hak cipta, peredaran narkoba, dll).

            Simon Morrys juga membahas UU. No. 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik terutama Pasal 27, Perbedaan Cyber Crime dengan kejahatan konvensional, alat bukti pidana, tugas dan fungsi jaksa  dalam melakukan penindakan. Diakhir paparan beliau menyajikan bagaimana sebenarnya Tips dalam menggunakan internet dan sejenisnya.

Melalui Kuliah Umum tahun ini diharapkan mampu membuka wawasan para civitas akademika untuk lebih taat berbudaya hukum serta mampu menggunakan Teknologi Informasi secara arif dan bijaksana untuk menghindari pencideraan pada nilai-nilai pendidikan yang ada. TIPD