SEKOLAH TINGGI AGAMA KRISTEN PROTESTAN NEGERI TARUTUNG
English
Berita Slide show
Ditulis pada hari Rabu, 04 Januari 2017
174 Dilihat

PERINGATAN HARI AMAL BAKTI KE-71 STAKPN TARUTUNG BERLANGSUNG HIKMAT

Lahirnya Kementerian Agama merupakan jawaban kongkrit atas tuntutan sejarah bangsa. Dan lebih dari itu hal ini merupakan jaminan atas pelaksanaan Pancasila dan UUD 1945, terutama sila Ketuhanan dan pasal 29 dari UUD 1945. Keberadaan Kementerian Agama yang ada mulanya bernama Kementerian Agama, awalnya diusulkan oleh utusan Komite Nasional Indonesia Daerah (KNID) Kepresidenan Banyumas (K.H. Abu Dardiri, H.M. Saleh Suaidy dan M. Sukeso Wirya Saputra) pada sidang pleno Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP) di Jakarta pada tanggal 24-28 Nopember 1945. Usulan mereka disetujui oleh sidang, kemudian keputusan sidang tersebut diproses. Dan pada tanggal 3 Januari 1946, pemerintah mengumumkan berdirinya Kementerian Agama RI dengan Menteri Agamanya yaitu H.M. Rasyidi, BA. Maka dari sejarah singkat itulah, tanggal 3 Januari diperingati sebagai Hari Amal Bhakti (HAB) Kementerian Agama.

                Selasa (03/01/2016) Sekolah Tinggi Agama Kristen Protestan Negeri (STAKPN) Tarutung sebagai salah satu satuan kerja di bawah naungan Kementerian Agama RI juga turut menyelenggarakan Hari Amal Bakti Ke-71 Tahun 2017. Bertempat di Gedung Aula Mini Kampus 2, tidak menyurutkan semangat dosen dan pegawai STAKPN Tarutung untuk memperingati HAB tersebut, justru acara berlangsung dengan hikmat. Dipimpin langsung oleh Ketua STAKPN Tarutung Prof. Dr. Lince Sihombing, M.Pd membuat suasana peringatan HAB ini semakin bersemangat. Upacara di ruang tertutup digelar lantaran cuaca yang kurang mendukung sehingga tidak dilaksanakan di lapangan utama kampus 2 STAKPN Tarutung.

                Dalam sambutannya Ketua STAKPN Tarutung menyerukan agar setiap insan di Kampus STAKPN Tarutung kiranya lebih serius untuk melayani dan bukan untuk dilayani, seperti tema HAB Kementerian Agama Kali ini adalah “Lebih Dekat Melayani Umat” dan motto “Bersih Melayani”. Kiranya hal tersebut  dapat melekat dalam diri dosen dan pegawai untuk memajukan kampus STAKPN Tarutung ini, ujar beliau mengakhiri.

                Pada kegiatan tersebut juga di rangkaikan pemberikan Satya Lencana Karya Satya bagi Pegawai Negeri Sipil yang sudah mengabdi lebih dari 30 tahun sesuai dengan Surat Keputusan Presiden RI. Dalam kesempatan itu, Ketua STAKPN Tarutung mendapat penghargaan dari Presiden RI atas pengabdiannya sebagai Pegawai Negeri Sipil selama kurang lebih 30 tahun. Penyematan dilakukan oleh Kabag AUAK STAKPN Tarutung Marsion Tumanggor, SH. TIPD