SEKOLAH TINGGI AGAMA KRISTEN PROTESTAN NEGERI TARUTUNG
English
Berita Time Line
Ditulis pada hari Kamis, 28 September 2017
453 Dilihat

SEMINAR ILMIAH PASCA SARJANA STAKPN TARUTUNG

SEMINAR ILMIAH

PASCA SARJANA STAKPN TARUTUNG

MENGAMBIL TEMA : TANTANGAN KRISTOLOGI PADA ZAMAN MODERN

 

DR.I.L Nommensen dan Raja Amandari Sabungan Lumbantobing Memelihara Kekudusan Pernikahan dan Menolak Poligami.

 

            STAKPN Tarutung menggelar seminar ilmiah pasca sarjana Tahun 2016 yang diprakarsai oleh Program Pasca Sarjana. Seminar ini mengambil tema “Tantangan Kristologis Pada Zaman Modern”. Ada yang menarik dari seminar ini yaitu : dirangkaikannya kegiatan seminar dengan “Launching/Bedah Buku Sepenggal Kenangan Hidup Raja Amandari Sabungan Lumbantobing Disertai Misteri Kurun Waktu 7 Tahun Awal Pelayanan Dr.I.L. Nommensen di Huta Dame – Sait ni Huta Tarutung”. Menjadi sebuah topik perbincangan yang sangat terintegrasi ketika benang merah Kristologi dihubungkan dengan sejarah peradaban awal masuknya kekristenan di Tanah Batak melalui perjuangan Raja Amandari Sabungan Lumbantobing menerima missionaris dari Jerman.

            Bertempat di Gedung Auditorium Kampus 2 STAKPN Tarutung Senin (14/11/2016), kegiatan ini berlangsung dengan sangat baik. Kegiatan ini dihadiri oleh Bupati Tapanuli Utara yang diwakili oleh Ibu Satika Simamora (Ketua Tim PKK), Staf Ahli bidang pemerintahan Bapak Martogi Sitorus, Kapolres Tapanuli Utara yang diwakili oleh Kompol L.A. Ambarita, Ketua DPRD Tapanuli Utara Ir. Ottoniyer Simanjuntak, Ephorus HKI Pdt. Manjalo Pahala Hutabarat, S.Th, MM, Pejabat Fungsionaris beserta Dosen, pegawai dan mahasiswa STAKPN Tarutung, Tokoh masyarakat serta dari Yayasan Raja Amandari Sabungan Lumbantobing . 

Hadir sebagai Narasumber pada kegiatan ini yakni : Dr. Petrus Maryono, Ph.D, D.D dari STII Yogyakarta, Dr. Simion Diparuma Harianja, M.Th dari STAKPN Tarutung yang dimoderatori oleh Limmarten Simatupang, M.Si (Dosen STAKPN Tarutung). Sedangkan untuk bedah buku hadir sebagai panelis yakni : Dr. Arif Sitompul, M.Th (Dosen Pasca sarjana STAKPN Tarutung), Dr. Wayne Allen, Ph.D (Dari Amerika serikat).

Kegiatan diawali oleh kebaktian singkat yang dibawakan oleh Pdt. Manjalo Pahala Hutabarat, S.Th, MM. Dalam kotbah singkatnya beliau menyampaikan tantangan Kristologi saat ini adalah Kekayaan Ilegal, Hiburan sesaat (hedonisme) dengan mengabaikan nilai-nilai moral dan teknologi tanpa iman yang membuat manusia kehilangan tanggung jawab terhadap sesama. Dilanjutkan  pembukaan kegiatan oleh Ketua STAKPN Tarutung yang diwakili oleh Wakil Ketua I : Dame Taruli Simamora, M.Pd.K. Wakil Ketua I dalam sambutannya menyampaikan selamat atas kegiatan ini dan semoga kegiatan ini bermanfaat untuk peningkatan kualitas dosen di masa mendatang. Sebelumnya Yayasan Amandari Sabungan Lumbantobing memberikan Door Prize bagi para peserta seminar dengan membagikan buku “Sepenggal Kenangan Hidup Raja Amandari Sabungan Lumbantobing”.

Pdt. Dr. Petrus Maryono, Ph.D dalam paparannya mengambil tema “ Berbagai Isyu Kristologis : Tantangan untuk Gereja Masa Kini”. Beliau menyampaikan bahwa sangatlah penting untuk memahami Kristologi saat ini yang berkembang di masyarakat. Ada beberpa hal yang perlu disampaikan menurut beliau terhadap Isu Kristologi yang berkembang saat ini antara lain adalah : yang pertama bahwa akar terpenting pemicu munculnya kekeliruan Kritologi berada pada penolakan Kitab Suci (tulisan kanonik) sebagai otoritas tertinggi dan dasar satu-satunya sebagai pembangunan ajaran teologi, terlebih ketika data dari tulisan-tulisan banyak dipakai untuk menilai dan melawan data dari Kitab Suci. Yang kedua filsafat sekuler atau ajaran filsafat yang sangat berpengaruh untuk mencemari pengembangan Kristologi. Pada masa lampau, telah terjadi penyusupan filsafat Helenisme klasik ke dalam usaha berteologi. Sedangkan pada masa kini, teologi (dan Kristologi) harus berhadapan dengan garangnya pengaruh filsafat posmo dan sejenis. Yang ketiga, bahwa Ilmu dan teknologi modern telah memanjakan penduduk bumi ini dengan berbagai kemudahan, kenyamanan, dan suguhan cepat saji (instant). Ciri ini berpada erat dengan subjektivisme, terobsesi dengan pragmatism, khususnya selalu resah dengan pergumulan. Yang ke empat, usaha untuk pemahaman terhadap pribadi dan karya Kristus telah menjadi pergumulan orang percaya sejak masa awal gereja. Karena itu, pergumulan kristologis tak akan pernah berakhir; tiap-tiap kali pemikiran baru akan muncul dan gereja mustahil melarikan diri dari menghadapi gejala seperti ini. Oleh karena itu menurut beliau untuk menyikapi hal di atas maka disarankan sebaiknya untuk mempelajari dengan teliti, dan hadapi kenyataan itu dengan kepala dingin, kemudian mencermati teknik argumentasi yang mereka pakai, menemukan filsafat dasar yang menggerakkan usahanya serta mencermati dan meneliti fondasi landasan pembangunan Kristologi yang mereka tawarkan. Dan yang terakhir adalah jangan mengabaikan pentingnya untuk menjadikan temuan para tokoh gereja masa lampau sebagai bandingan, karena Hasil karya mereka tidak sempurna, atau bebas dari kesalahan tetapi pemikiran mereka telah teruji oleh waktu, beliau mengakhiri.

Sedangkan Dr. Simion Harianja, M.Th pada kesempatan itu lebih fokus untuk memaparkan mengenai Buku sejarah tentang sepenggal kenangan hidup Raja Amandari Sabungan Lumbantobing. Beliau menjelaskan secara gamblang bagaimana peranan Raja Amandari Sabungan Lumbantobing dalam menyikapi kedatangan Dr.I.L. Nommensen ke tanah batak untuk memberitakan Injil. Raja Amandari yang terkenal bijaksana takjub akan kesembuhan Istrinya yang didoakan oleh Nommensen. Sehingga terjalin ikatan antara Raja Amandari Sabungan Lumbantobing dengan Dr.I.L. Nommensen untuk saling melindungi dari para raja-raja yang menolak “Sibottar Mata” kala itu. Raja Amandari adalah salah satu raja yang menerima kedatangan Missionaris ke tanah batak tepatnya didesa Sait ni Huta Tapanuli Utara. Diakhir paparannya beliau mengajak para peserta untuk sepaham akan arti pentingnya sejarah yang terjadi di Tanah Batak yang korelasinya adalah perkembangan kekristenan kala itu oleh Missionaris Jerman.

Kegiatan dilanjutkan dengan bedah buku oleh Dr. Arip Sitompul dan Dr. Wayne Allen, Ph.D yang disambut meriah oleh para peserta. Setelah rangkaian acara seminar ilmiah dan bedah buku selesai, dilanjutkan dengan penyerahan ucapan terimakasih dari pengurus Yayasan Raja Amandari Sabungan Lumbantobing kepada Tim Penulis, moderator dan panelis. Tidak selesai sampai disitu, pihak STAKPN Tarutung juga menyampaikan cenderamata berupa Ulos kepada pengurus yayasan Raja Amandari Sabungan Lumbantobing, Pdt.Dr. Petrus Maryono, Ph.D,D.D dan Dr. Wayne Allen, Ph.D. Kemudian dilanjutkan dengan makan bersama dan konfrensi pers yang diadakan oleh Yayasan RASLT. TIPD