SEKOLAH TINGGI AGAMA KRISTEN PROTESTAN NEGERI TARUTUNG
English
Berita Slide show
Ditulis pada hari Senin, 26 September 2016
365 Dilihat

WORKSHOP PENGEMBANGAN PERPUSTAKAAN DIGELAR

Perkembangan dan ledakan informasi di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi mempengaruhi dunia pendidikan dan pengajaran. Dalam hal ini perguruan tinggi sebagai institusi pendidikan dituntut untuk mengikuti dan dapat mengakses setiap perkembangan informasi tersebut sehingga seluruh masyarakat akademis dapat memperoleh informasi yang mutakhir dan relevan dalam menunjang kebutuhan studinya. Salah satu sarana penunjang dalam memperoleh informasi pada perguruan tinggi adalah perpustakaan perguruan tinggi. Sejalan dengan hal itu Perpustakaan STAKPN Tarutung sebagai sumber informasi bagi mahasiswa/i harus mampu mengadaptasikan diri lewat perkembangan teknologi yang sedang berjalan.

            STAKPN Tarutung sebagai salah satu perguruan tinggi agama negeri yang mengelola pendidikan mencoba ikut serta dalam mengembangkan mutu melalui pelayanan perpustakaan yang mumpuni. Jumat (23/09/2016) Unit Perpustakaan STAKPN Tarutung menggelar Workshop pengembangan Perpustakaan. Kegiatan ini diawali dengan Ibadah singkat yang dibawakan oleh Fanorotodo Laia, S.Th, kemudian dilanjutkan dengan pembukaan secara resmi oleh Ketua STAKPN Tarutung Prof. Dr. Lince Sihombing, M.Pd. Hadir sebagai narsumber pada kegiatan ini Tiarma P. Siagian (Kepala Perpustakaan UHN Medan) serta dari IT DEL Laguboti.

            Tiarma P. Siagian menyajikan judul “Pengembangan Pelayanan Literasi Informasi di Perpustakaan”. Dalam paparannya beliau memaparkan bagaimana pengertian literasi informasi yang dibutuhkan dalam mengelola perpustakaan. Pelayanan Literasi Informasi di Perpustakaan merupakan sebuah kemampuan dalam mengakses, mengevaluasi mengorganisir dan menggunakan informasi dalam proses belajar, pemecahan masalah, membuat satu keputusan formal dan informal dalam konteks belajar, pekerjaan maupun pendidikan. Beliau juga menjelaskan bagaimana penelusuran informasi sebagai suatu kegiatan mencari kembali informasi mengenai suatu topik tertentu, baik dilakukan dengan cara manual ataupun mencari komputer. Bermacam penelusuran informasi sebagai bagian dari hakikat literasi informasi yang dapat digunakan untuk mengakses perpustakaan. Dicontohkan penelusuran informasi melalui OPAC yang sudah dilaksanakan di Universitas HKBP Nomensen Medan. Penelusuruan Bahan Pustaka Elektronik (e-jurnal dan e-book) dari Gale dan Penelusuran Universitas HKBP Nomensen Repository sebagai contoh penelurusan informasi dibidang perpustakaan.

            Pada kesempatan itu juga beliau menambahkan bagaimana kegiatan pengembangan Literasi Perpustakaan, bagan kegiatan strategis pengembangan Literasi Informasi yang dimulai dari User Education ke Internet Multimedia yang dibagi menjadi dua bagian yaitu Penelusuran Informasi dan Penggunaan WEB. Adapun pengembangan Literasi Informasi di perpustakaan antara lain : Memberi keputusan dalam penyelesaian masalah informasi bagi pengguna yaitu civitas akademika, meningkatkan motivasi belajar mahasiswa, serta mampu mencari informasi secara cepat dan tepat serta mengkomunikasikan gagasannya hingga dapat menciptakan pengetahuan baru.

            Diakhir paparannya, beliau menyampaikan Literasi Informasi merupakan bagian dari konsep pelayanan di Perpustakaan, karena literasi informasi mencakup pengetahuan dan kebutuhan seseorang dan kemampuan untuk mengenali mengetahui lokasi informasi mengorganisasikan informasi, serta mengkomunikasikan informasi secara efektif. Untuk dapat mengembangkan Pelayanan literasi informasi di perpustakaan, perlu dibuat strategi pengembangan layanan tersebut, sehingga mampu menentukan kebutuhan serta mampu menjawab masalah dari pengguna perpustakaan. Diera globalisasi saat ini pustakawan khususnya pustakawan perguruan tinggi dituntut untuk bisa menguasai penelusuran informasi, memahami dan memanfaatkan informasi yang diperoleh untuk dikomunikasikan dengan pemakai serta mampu menghadapi kedepan agar bisa bertahan serta bertumbuh. TIPD