SEKOLAH TINGGI AGAMA KRISTEN PROTESTAN NEGERI TARUTUNG
English
Berita Time Line
Ditulis pada hari Kamis, 28 September 2017
664 Dilihat

PESPARAWI NASIONAL KE-XIV TAHUN 2016 : PSM STAKPN TARUTUNG RAIH GOLD MEDAL DAN SILVER MEDAL

Secara Nasional Lomba Paduan Suara Gerejawi Mahasiswa ditetapkan penyelenggaraannya setiap 2 tahun. Peserta kegiatan adalah semua Perguruan Tinggi Negeri yang memiliki Unit Pembinaan Kerohanian Kristen dan Perguruan Tinggi Swasta Kristen di Indonesia. Upacara pembukaan Pesparawi Mahasiswa Nasional Ke-XIV tahun 2016 (3-7/9/16), dihadiri lebih dari 1.000 peserta ini diselenggarakan di Medan, Sumatera Utara dengan tuan rumah UHN. Didahului dengan defile para peserta terdiri dari 37 kelompok paduan suara dari berbagai perguruan tinggi negeri maupun swasta di Indonesia. Upacara diawali dengan laporan dan sambutan dari tuan rumah, Rektor UHN, Dr. Ir. Sabam Manalu yang menyampaikan harapan agar acara berlangsung dengan baik, berkompetisi dengan cara bermartabat, guna membentuk rasa harga diri dan bersahabat. Sambutan kedua oleh perwakilan Gubernur Sumatera Utara, yang dibacakan oleh Drs. Robertson, Staf Ahli Gubernur Bidang Pertanahan dan Aset yang menyampaikan bahwa Pesparawi merupakan wadah untuk memperkokoh persaudaraan antar umat beragama sekaligus berdampak positif bagi keimanan mahasiswa.

            Intan Ahmad yang membuka acara menyampaikan bahwa Pesparawi Mahasiswa Nasional merupakan salah satu program Ditjen. Belmawa bekerja sama dengan perguruan tinggi dalam rangka mengembangkan minat dan bakat mahasiswa dalam bidang vokal, menyanyikan lagu-lagu rohani (gereja) untuk mengungkapkan rasa sujud syukur, memohon, dan memuji kepada Tuhan Yang Maha Esa. Pesparawi diselenggarakan 2 (dua) tahun sekali dengan tujuan mahasiswa sebagai salah satu unsur penting dalam rangka penciptaan dan pencapaian tujuan pembangunan nasional, memahami persoalan hidup yang tidak semata berkutat dengan bidang akademik saja. “Mahasiswa harus mempelajari aspek lain disamping akademik. Mahasiswa harus belajar persoalan hidup, karena dalam kehidupan selalu ada kompetisi. Namun demikian berkompetisi harus dengan adil (fair play). Selama dalam latihan olah vokal  terjadi ikatan-ikatan sosial di kampus yang akan memperkaya diri mahasiswa”, demikian ujar Intan Ahmad.

            Setiap kelompok paduan suara menampilkan 3 (tiga) lagu Kategori Musica Sacra dan 2 (dua) lagu Kategori Gospel/Spiritual dengan acapela dan diiringi musik akustik. Penilaian dilakukan oleh 5 (lima) juri yang berpengalaman dari dalam dan luar negeri, yaitu Prof. Dr. John Hooper, Profesor dari Canada, Prof. Dr. Perry Rumengan, M.Sn., Dosen dari Manado, Daud Kosasih, MACM., Pembina Musik Sekolah dari Medan, Delima Simamora, Dosen dari Jakarta dan Aida Swenson Simanjuntak, pendiri paduan suara yang terkenal dari Jakarta.

Juara Pesparawi tahun 2016 yaitu Kategori Musica Sacra, Juara I, Paduan Suara Mahasiswa (PSM) Universitas Sam Ratulangi Manado, Juara II PSM Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga, dan Juara III PSM Universitas Sumatera Utara, untuk Kategori Gospel/Spiritual, Juara I PSM Evangelist Universitas Kristen Artha Wacana Kupang, Juara II PSM Hotummesse Universitas Pattimura Ambon, dan Juara III PSM Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga. (Sumber : http://belmawa.ristekdikti.go.id/2016/09/08/pesparawi-mengikat-kohesi-sosial-di-kampus/)

Perhelatan Pestival Paduan Suara tingkat Nasional sudah selesai pada tanggal 07 september 2016 yang lalu dan tentu saja menyisakan banyak suka cita bagi para peserta yang mengikutinya, tidak terkecuali dengan PSM STAKPN Tarutung yang ikut ambil bagian juga dalam festival ini. PSM STAKPN Tarutung mengikuti dua kategori yang diperlombakan, yakni Kategori Gospel dan Kategori Musika Sakra. Tim yang dinakhodai oleh Eben Telaumbanua, M.Pd ini berhasil meraih Gold Medal untuk kategori Gospel dan Silver Medal untuk Kategori Musika Sakra. Prestasi yang cukup membanggakan bagi keluarga besar STAKPN Tarutung khususnya dan Tapanuli Utara secara umum, dimana Tim ini tidak sia-sia dengan segala keterbatasan pada edisi latihan, Tim ini mampu memberikan yang terbaik pada Festival tersebut. Secara khusus Unsur Pimpinan STAKPN Tarutung merasakan kebanggaan tersendiri atas prestasi yang diraih oleh PSM STAKPN Tarutung pada festival ini, kedepan pihak Kampus akan semaksimal mungkin untuk membentuk PSM yang benar-benar memberi hati untuk pembuktian kualitas diri dalam melayani Tuhan. PSM semata-mata tidak hanya untuk menunjukkan kebolehan dalam hal suara, tetapi haruslah dibarengi dengan niat dan tanggungjawab dalam melayani Tuhan.

Penyelenggaraan Pesparawi ke-XV pada tahun 2018, diusulkan akan diselenggarakan di Nusa Tenggara Timur atau di Papua. Acara penutupan dihadiri oleh Dr. Didin Wahidin, Direktur Kemahasiswaan yang menyampaikan rasa gembiranya bahwa Pesparawi 2016 terselenggara dengan baik. Seluruh peserta juga bergembira dan berharap masih dapat turut serta pada Pesparawi ke-XV. Sampai jumpa pada PESPARAWI ke-XV. TIPD