SEKOLAH TINGGI AGAMA KRISTEN PROTESTAN NEGERI TARUTUNG
English
Berita Time Line
Ditulis pada hari Kamis, 28 September 2017
676 Dilihat

JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN SELENGGARAKAN SEMINAR ILMIAH

Bertempat di Aula Mini Kampus 2, STAKPN Tarutung kembali menggelar Seminar Ilmiah Jurusan Pendidikan Agama Kristen pada hari Sabtu (30/07/2016) yang lalu. Seminar Ilmiah ini sekaligus seminar ilmiah yang terakhir dari jurusan disamping program Pascasarjana. Adapun thema dalam seminar ilmiah ini adalah “Megarus-Utamakan (Mainstreaming) Pendidikan Karakter Dalam PAK”. Kegiatan ini diawali dengan kebaktian singkat yang  dilanjutkan laporan singkat oleh Ketua Panitia.  Pembukaan kegiatan secara resmi dilakukan oleh Ketua STAKPN Tarutung Prof. Dr. Lince Sihombing, M.Pd. Hadir sebagai narasumber kegiatan, yakni : Dr. Daniel Nuhumara, M.Th dari Jakarta (Beliau adalah Ketua STT Moriah Gading Serpong, Ketua PDTKI Nasional) dan juga Prof. Dr. Lince Sihombing, M.Pd dari STAKPN Tarutung. Kegiatan Seminar Ilmiah ini dihadiri oleh Pejabat Fungsional, Dosen Jurusan dan Mahasiswa.

            Pada kesempatan ini, Dr. Daniel Nuhumara, M.Th menyajikan topik “Pengarusutamaan Pendidikan Karakter Dalam Pendidikan Agama Kristen”. Beliau menyampaikan bahwa Pemerintah juga sudah mencanangkan pembangunan karakter (bangsa) sejak tahun 2010 yang lalu, lantas bagaimana dalam konteks keluarga, komunitas iman kristen maupun sekolah formal untuk memahami hubungan antara Pendidikan Karakter dan PAK. Hal ini penting dipahami untuk  membangun karakter dalam kerangka tugas para pendidik. Ada beberapa hal yang penting dalam pembangunan karakter disampaikan beliau: yang pertama adalah Bangkitnya kembali perhatian terhadap pendidikan karakter, yang kedua adalah Konsep penting yang berhubungan erat dengan konsep karakter, kemudian yang ketiga adalah sumber norma dari ciri karakter, yang keempat adalah Pendidikan karakter dalam Pendidikan Agama Kristen.

Dari semua penjabaran yang disampaikan Dr. Daniel Nuhamara, M.Th,  maka akan mengerucut pada satu pertanyaan penting, yakni Dimanakah hubungan antara pendidikan karakter dan PAK ?? Menurut Ryan dan Bohlin dalam meringkaskan karakter (yang baik) ada beberapa kebiasaan antara lain : kebiasaan pikiran (habit of the mind),   kebiasaan hati (habit of the heart), serta kebiasaan/ habit dari tindakan (habit of the action). Kebiasaan-kebiasaan ini dibangun melalui pendidikan karakter baik melalui pengajaran, contoh dan pembiasaan melakukan yang baik. Senada dengan yang dikatakan oleh Ryan dan Bohlin, maka Groome juga dengan bahasa yang mirip mengatakan bahwa PAK adalah usaha sadar untuk mewariskan pengetahuan, sikap dan nilai, serta perilaku Kristiani yakni apa yang baik yang sesudai dengan kehendak Tuhan. Diakhir penjabarannya, Dr. Daniel Nuhumara, M.Th menyampaikan bahwa beliau sependapat dengan pengarus-utamaan pembangunan karakter (Kristiani) melalui PAK sangat perlu dalam merancang dan mengembangkan kurikulum PAK baik untuk konteks sekolah, komunitas iman Kristen maupun keluarga Kristen, karena hanya dalam konteks keluargalah terjadi pembiasaan dari karakter yang baik.

Sedangkan Prof. Dr. Lince Sihombing, M.Pd dalam paparannya mengambil topik “Peningkatan Kualitas Pendidikan Karakter Versi PAK : Kolaborasi Guru dan Orangtua Siswa”.  Dalam penjabarannya beliau menyampaikan bahwa beberapa poin penting dalam peningkatan kualitas pendidikan karakter, antara lain adalah bagaimana ketulusan adalah simbol karakter (orang yang berkarakter idektik dengan orang yang tulus), Pendidikan Karakter (Kapan Dilakukan ?), Pendidikan Karakter Versi PAK (Siapa yang Melakukannya?), Pendidikan Karakter Versi PAK (Bagaimana Melakukannya ?).

Dalam melakukan Pendidikan Karakter Versi PAK, maka ada beberapa hal yang penting untuk dilakukan yakni : bahwa pentingnya mengenal siswa, menciptakan hubungan positip dengan siswa, memberikan siswa umpan balik bermakna, menciptakan suasana belajar yang positif, menciptakan hubungan persahabatan dengan siswa yang sulit, dan menciptakan interaksi yang sensitif dan penuh penghargaan. Sebagai penutup beliau mengharapkan untuk guru dan orang tua melakukan Komitmen sebagai refleksi dari karakter untuk mendorong orang  untuk melakukan kejujuran. Pendidikan karakter berikut tingkat kualitas pendidikan tersebut adalah tugas setiap orang termasuk guru dan orang tua siswa. Mari lakukan yang terbaik lebih dahulu agar orang lain juga melakukan yang terbaik bagi anda seperti Surat Rasul Paulus kepada jemaat di Kolose 3:23 : “ Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan, dan bukan untuk manusia” beliau mengakhiri.

Kegiatan ini belangsung dengan baik oleh para peserta seminar. Kegiatan ini ditutup secara resmi oleh Ketua STAKPN Tarutung dan melakukan foto bersama dengan narasumber dan peserta seminar. Melalui kegiatan ini diharapkan Jurusan Pendidikan Agama Kristen STAKPN Tarutung lebih dipacu untuk membentuk peserta didik memiliki karakter yang sesuai dengan kehendak Tuhan. TIPD