SEKOLAH TINGGI AGAMA KRISTEN PROTESTAN NEGERI TARUTUNG
English
Berita Time Line
Ditulis pada hari Senin, 22 Agustus 2016
2217 Dilihat

Dr Simion Harianja Temukan Alkitab Tertua di Indonesia Berusia 349 Tahun di Tapsel

Tarutung (SIB)- Dr Simion Harianja MTh menemukan Alkitab tertua di Indonesia  berusia 349 tahun yang diterbitkan tahun 1666 dengan berat 15 Kg.  Alkitab berbahasa Jerman itu bersampul tembaga dan sampai sekarang masih utuh. Usia Alkitab itu cukup jauh dengan tahun awal masuknya  missionaris (Kekristenan) ke Tanah Batak yang dibawakan Richard Burton dari Inggris tahun 1824, demikian juga dengan Dr IL Nommensen yang datang tahun 1863.

Menurut Simion Harianja, Alkitab itu ditemukan di Tapanuli Selatan dalam usaha penelitian tentang kehadiran para missionaris ke Tanah Batak dalam peradaban masyarakat Batak. Salah satunya tentang perjalanan Dr IL Nommensen, Raja Amandari Lumbantobing dan Raja Pontas Lumbantobing.

Ia membagi periodesasi penginjilan di wilayah Tapanuli, yaitu tahun 1824 tentang kedatangan Richard Burton dan Natanael Ward, tahun 1834 kedatangan Samuel Munson dan Henry Lyman, tahun 1863 kedatangan Dr IL Nommensen dan tahun 1899 Pdt Henoch Lumbantobing missionaris pertama putera Batak.

    
"Dr IL Nommensen masuk ke Sait Nihuta yang diberi nama Huta Dame melalui Siatas Barita. Kehadirannya disambut Raja Amandari Lumbantobing dan berusaha membantu serta melindunginya dari gangguan raja lain, sehingga Dr IL Nommensen dapat melakukan penginjilan dan pelayanan pengobatan, membebaskan orang dari utang dan mengajari para pemuda membaca dan menulis.  Selama kurun waktu 1864-1871 atau selama 7 tahun, cukup banyak orang Batak masuk menjadi Kristen," kata Simon Harianja yang saat ini sebagai Direktur Pasca Sarjana STAKPN Tarutung.
 
Untuk menggali lebih dalam tentang masuknya Kristenan di Tanah Batak, ia melanglang buana ke wilayah Tapanuli Selatan. Ia juga berpendapat, bahwa Raja Amandari Lumbantobing memiliki kepribadian yang patut diteladani yakni, rela berkroban, berani menghadapi resiko, berwibawa dan disegani. Ia juga memiliki sikap keterbukaan, menerima pembaharuan, menghargai perbedaan dan melindungi Hamba Tuhan.         
Dalam ulasannya, tiga serangkai Dr IL Nommensen, Raja Amandari Lumbantobing dan Raja Pontas Lumbantobing merupakan pahlawan rohani di Tanah Batak, khususnya Silindung. Terkait Alkitab terbitan 1.666 itu, Simion Harianja menyebutkan Alkitab berbahasa Jerman tersebut diperkirakan merupakan yang tertua di Indonesia. "Itu harus tetap dirawat, karena itu memiliki sejarah yang berharga," katanya. (E01/f)