SEKOLAH TINGGI AGAMA KRISTEN PROTESTAN NEGERI TARUTUNG
English
Belajar Mengajar
Ditulis pada hari Jumat, 19 Mei 2017
75 Dilihat

“ARTIKEL: NYATA DI DALAM KRISTUS “

“ARTIKEL: NYATA DI DALAM KRISTUS “

Oleh: Agnes Naibaho

            “Nyata di dalam Kristus”. Kata Nyata menurut KBBI yaitu kelihatan, kedengaran, jelas sekali, benar-benar ada, ada buktinya. Jadi maksud dari Nyata di sini yaitu berwujud tindakan, nampak dari perbuatan bahwa seseorang di katakan ada/ berada di dalam Kristus. Yohanes mencatat beberapa ucapan Yesus yang menyebutkan mengenai hubungan antara orang-orang percaya dengan Allah. Gagasan ini terdapat dalam surat 1 Yohanes yaitu gagasan tentang “ Tinggal di dalam” atau “berada di dalam” Yesus. Ajaran ini sama dengan gagasan “ di dalam Kristus” yang terdapat dalam surat-surat Paulus.

            Jadi, dalam artikel ini akan dibahas mengenai bagaimana orang yang dikatakan ada didalam Kristus atau bagaimana Kristus nyata di dalam hidup kita. Berdasarkan surat 1 Yohanes. Orang yang tinggal di dalam Kristus wajib hidup sama seperti Kristus yang hidup ( 1 Yoh 2:6). Hidup dengan menuruti segala perintah-Nya ( 1Yoh 3:24). Orang yang tinggal di dalam Kristus, haruslah terpancar kasih Allah dari dalam dirinya, menunjukkan kasih kepada semua orang, karena Allah juga telah terlebih dahulu mengasihi manusia (1Yoh 4:12). Dan bahkan dalam 1 Yoh 3:6 “ Kerena itu setiap orang yang tetap berada di dalam Dia, tidak berbuat dosa lagi; setiap orang yang tetap berbuat dosa, tidak melihat dan tidak mengenal Dia”. Maksudnya adalah suatu pernyataan bahwa siapa saja yang tinggal di dalam Dia tidak berbuat dosa lagi. Yohanes berkata, “Barang siapa tetap barada di dalam kasih, ia tetap berada didalam Allah dan Allah di dalam dia” ( 1 Yoh 4:16). Kata “Tinggal” sama artinya dengan “ ada, berada” ( lihat 1 Yoh 2:6,24,27,28; 3:6,24 4:12-13,15-16). Kesatuan orang percaya dengan Kristus mencakup juga kesatuannya dengan orang lain. Dan lebih dari itu, Yohanes berkata bahwa kita dapat mengetahui bahwa kita ada “di dalam Dia” ( 1 Yoh 2:5;5:20). Pengajaran Yohanes yang khusus yaitu tentang hidup yang kekal sebagai sesuatu yang bisa dialami pada masa kini. Orang yang percaya kepada Kristus kini memiliki hidup yang kekal.

            Yohanes mempunyai gagasan yang menyatakan bahwa Allah mengikat diri pada Yesus. Dalam 1 Yohanes gagasan ini semakin jelas. Menyangkal Anak berarti tidak memiliki Bapa, sedangkan mengakui Anak berarti memiliki Bapa ( 1 Yoh 2:23). Tinggal di dalam Anak itu berarti sama dengan tinggal di dalam Bapa. Jika kita berjalan menurut kemauan kita sendiri, sehingga kita tidak lagi memiliki ajaran Anak itu berarti kita tidak memiliki Allah, namun sebaliknya, jika kita hidup dan tinggal dalam ajaran-ajaran Anak itu berarti kita memilki Bapa maupun Anak. Sebab Bapalah yang mengutus Anak ( 1 Yoh 4:9-10,14).

            Latar belakang penulisan Surat 1 Yohanes ini, yaitu bahwa penulis menghadapi musuh-musuh yang kuat yaitu adanya para anti Kristus. Dan orang-orang Kristen tidak dapat mengetahui siapa yang benar dan siapa yang salah. Ajaran Yohanes sangatlah jelas bahwa hal yang paling penting adalah sikap orang terhadap Yesus. Sedangkan para anti Kristus mengatakan bahwa tidak mungkin manusia Yesus adalah Kristus yang Ilahi. Tidak percaya kepada Yesus. ( 1 Yoh 2:22 ). Para anti Kristus yang menyangkal baik Bapa maupun Anak (1 Yoh 2:22). Yohanes berkata bahwa orang-orang yang tidak mengaku bahwa Yesus Kristus telah datang sebagai manusia, mereka adalah si penyesat dan anti Kristus. “Sebab barangsiapa menyangkal Anak, ia juga tidak memiliki Bapa. Barangsiapa mengaku Anak, ia juga memiliki Bapa” (1 Yoh 2:23). Bapa dan Anak itu tidak terpisahkan. Jadi orang yang tidak mengaku Yesus berarti tidak termasuk anggota umat Allah. Jadi, orang yang dikatakan nyata di dalam Kristus: kita harus mengakui bahwa Yesus adalah Anak Allah ( 1 Yoh 4:15) “ Barangsiapa mengaku, bahwa Yesus  adalah Anak Allah, Allah tetap berada di dalam dia dan dia di dalam Allah”. Percaya bahwa Ia adalah Kristus (1 Yoh 5:1) dan Anak Allah (1 Yoh 5:5) dan percaya kepada nama-Nya ( 1 Yoh3:23; 5:13).

            Hal-hal penting yang dikatakan dalam 1 Yohanes yaitu tentang pendamaian yang dikerjakan oleh Kristus. “ Darah Yesus, anak-Nya itu, menyucikan kita dari pada segala dosa” ( 1 Yoh 1:7 ). Yohanes menekankan bahwa tidak hanya babtisan yang penting tetapi juga salib Kristus juga penting. Bukan babtisan-Nya yang mengahapus dosa, tetapi kematian-Nya lah yang mengahapus dosa. Yesus Kristus adalah perantara kita kepada Bapa ( 1 Yoh 2:1), yang membela kita pada waktu kita berdosa. Dialah “pendamaian untuk segala dosa kita”. Kristus adalah “Juruselamat dunia” (1 Yoh 4:14) . Hal ini bukan mau menyatakan bawasannya pada akhirnya setiap orang akan diselamatkan, tetapi ingin menyatakan bahwa keselamatan tidak terbatas pada satu kelompok saja tetapi untuk semua orang. Yohanes mengatakan, “Untuk inilah Anak Allah menyatakan diri-Nya, yaitu supaya Ia membinasakan perbuatan-perbuatan iblis itu “ ( 1 Yoh 3:8). “ Allah telah mengaruniakan hidup yang kekal kepada kita dan hidup itu ada di dalam Anak-Nya” (1 Yoh 5:11). Memiliki Anak berarti memiliki hidup, dari sudut pandang lain hal ini ingin menyatakan bahwa seluruh pengharapan kita akan keselamatan bertumpuh pada Kristus dan pada apa yang telah Dia kerjakan bagi kita. Yesus menghapus dosa, sebab kita semua adalah orang berdosa. “Jika kita berkata, bahwa kita tidak berdosa, maka kita menipu diri kita sendiri dan kebenaran tidak ada di dalam kita... Jika kita berkata, bahwa kita tidak ada berbuat dosa, maka kita membuat Dia menjadi pendusta dan firman-Nya tidak ada di dalam kita” ( 1 Yoh 1:8-10 ). Intinya ialah bahwa segala sesuatu yang dikerjakan Allah terhadap manusia berjalan berdasarkan kenyataan bahwa mereka adalah orang berdosa. Tidak mengakui bahwa kita telah berdosa berarti menyangkal kebenaran dari seluruh pernyataan yang telah diberikan Allah. “ Dosa adalah pelanggaran hukum” ( 1 Yoh 3:4 ) maksudnya adalah dosa berarti: menolak untuk taat kepada hukum Allah dan melakukan kehendak sendiri. “ Barangsiapa yang tetap berbuat dosa, berasal dari Iblis” ( 1 Yoh 3:8).

            Yohanes juga membahas mengenai kasih Allah dan terdapat pada seluruh tulisannya. Yohanes menyatakan bahwa “Allah adalah Kasih” (1 Yoh 4:8,16). Kita mengenal kasih, bukan dari kasih kita kepada Allah melainkan dari kasih-Nya kepada kita dengan mengutus Anak-Nya yang tunggal itu sebagai pendamai bagi dosa-dosa kita ( 1 Yoh 4:10 ). Oleh karena Anugerah yang diberikan oleh Allah kepada kita inilah yang mengizinkan kita masuk ke dalam keluarga surgawi yaitu menjadi anak-anak Allah. (1 Yoh 3:1-2,10). Dan ada beberapa ayat tentang “ lahir dari Allah” ( 3:9; 4:7; 5:1, 4,18). Ajaran ni mengenai lahir baru, bahwa orang bisa berasal “dari Allah” ( ek tou theou, 1 Yoh 4:4,6; 5:19; ). Hal ini merupakan ajaran yang sangat penting, bahwa kita harus tetap berada didalam Allah ( 1 Yoh 4:16). Dan hal ini mirip dengan adanya “persekutuan” dengan Allah (1 Yoh 1:3,6). Ada hubungan yang dekat dengan Allah melalui persekutuan kita dengan-Nya.

  1.  

            Hidup orang percaya berarti hidup dengan menolak dosa secara total. “ Setiap orang yang lahir dari Allah, tidak berbuat dosa lagi; sebab benih ilahi tetap ada di dalam dia dan ia tidak dapat berbuat dosa, karena ia lahir dari Allah” ( 1 Yoh 3:9). Orang yang ada di dalam Kristus, bukan berarti tidak pernah membuat kesalahan, tetapi orang yang mengaku percaya kepada Allah tidak bisa meneruskan cara hidupnya yang lama ( hidupnya yang jahat). Tidak mungkin orang yang sudah dilahirkan kembali dari kuasa Allah terus menerus jatuh kedalam dosa. Tetapi akan ada kekuatan dari Allah untuk menang melawan dosa, ada perjuangan dari diri sendiri untuk hidup sesuai dengan apa yang dikehendaki Allah. Kebiasaan orang percaya adalah melayani Allah dan melakukan yang benar.

            Yohanes berkata: “ Inilah kasih itu: Bukan kita yang telah mengasihi Allah, tetapi Allah yang telah mengasihi kita dan yang telah mengutus Anak-Nya sebagai pendamaian bagi dosa-dosa kita”. Demikian kita ketahui kasih Kristus, yaitu bahwa Ia telah menyerahkan nyawa-Nya untuk kita. Allah adalah kasih, Ia mengasihi kita, bukan karena sifat kita, tetapi karena kodrat diri-Nya adalah mengasihi. Jadi, kasih kita merupakan tanggapan terhadap kasih Allah. Kita mengasihi karena kita sudah terlebih dahulu menerima kasih yang berasal dari Allah. Hanya karena kita telah mengalami kasih yang kita saksikan pada Salib, menyadari Yesus mati dikayu salib menggantikan kita manusia yang penuh dengan dosa. Maka kita mampu mengasihi orang lain. Setiap orang yang mengasihi, lahir dari Allah dan mengenal Allah” ( lihat: 1 Yoh 3:14,18; 4:8,19). Orang yang sudah lahir baru ( orang yang menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat) akan memiliki kemampuan untuk menjadi orang yang mengasihi. Mengasihi sebagaimana Allah mengasihi, mengasihi semua orang.. Dengan demikian kasih Allah sempurna dalam diri mereka ( 1 Yoh 4:12). Dan kasih itu ada hubungan nya dengan ketaatan kepada perintah-perintah Allah (1 Yoh 5:3). Kasih yang sempurna melenyapkan ketakutan ( 1 Yoh 4:17-18). Orang yang beriman telah pindah dari maut ke dalam hidup ( 1 Yoh 3:14). Ia memiliki hidup yang kekal ( 1Yoh 1:2;2:17; 5:11). Mengenai gagasan “tinggal” (kata kerja: meno) . Paling banyak dipakai untuk tinggal dalam Allah ( 2:6; 3:6), bisa juga tinggal dalam terang ( 2:10), dalam Anak dan dalam Bapa ( 2:24), tinggal dalam Firman Allah ( 2:14).

            Hidup orang percaya dipandang sebagai penyangkalan “ dunia”. Istilah dunia di sini dapat diartikan sesuatu yang mengacu pada hal duniawi, melawan Allah dan umat Allah, yang membenci Allah ( 3:13), dunia juga dapat dikaitkan dengan nabi-nabi palsu/ antikristus, penyesat ( 4:1,3). Seluruh dunia berada dalam kusa si jahat (5:19). Akan tetapi orang beriman tidak usah takut, sebab “ Roh yang ada di dalam kamu, lebih besar dari pada roh yang ada didalam dunia” ( 4:4). Jangan meninggalkan yang kekal untuk mencari hal yang sementara ( 2:16-17).