SEKOLAH TINGGI AGAMA KRISTEN PROTESTAN NEGERI TARUTUNG
English
Kegiatan Mahasiswa
Ditulis pada hari Jumat, 19 Mei 2017
282 Dilihat

Mahasiswa Kristen dan Budaya Akademik

Mahasiswa Kristen dan Budaya Akademik

Maurits Junard Pollatu, M.Si

 

Ibarat menanam tanaman, budaya akademik seperti pupuk yang selalu memberikan dorongan atau nutrisi untuk hidupnya sebuah tanaman. Sebuah kampus akan terasa hidup jika budaya akademik kampus tersebut diciptakan dan dilakukan sebaik mungkin. Memang harus diakui, semua elemen di kampus harus membangun budaya akademik kampus yang baik agar kehidupan kampus dapat berjalan sebagaimana mestinya. Meski demikian, sudahkan semua elemen di Kampus sadar tentang budaya akademik? Juga sebaliknya, apakah budaya akademik hanya menjadi peran pegawai dan dosen kampus? Apakah budaya akademik juga harus dibangun oleh mahasiswa/mahasiswi? Menjadi tanggung jawab bersama bagi seluruh elemen kampus termasuk mahasiswa Kristen untuk membangun budaya akadenik kampus secara baik.

 

Kesadaran Budaya Akademik

Kehidupan mahasiswa Kristen tidak terlepas dari kehidupan berkampus. Dalam menjalankan kehidupan berkampus, mahasiswa Kristen harus mengikuti segala aturan dan nilai yang ditetapkan kampus tersebut. Dengan demikian, mahasiswa Kristen wajib untuk menjalankan kehidupan berkampus berdasarkan Tridarma Perguruan Tinggi yang berlaku di Indonesia. Dalam menjalani kehidupan pendidikan Perguruan Tinggi, setiap sumber daya manusia yang ada termasuk mahasiswa seharusnya mengalami peningkatan. Peningkatan yang dimaksud adalah peningkatan mutu sumber daya akademik dan sumber daya pendukung lainnya yang membentuk budaya akademik di Perguruan tinggi. Budaya akademik sebenarnya adalah budaya universal, yang mana budaya tersebut dimiliki oleh setiap orang yang melibatkan dirinya dalam aktivitas akademik.

Dalam membangun budaya akademik, diperlukan upaya sosialisasi terhadap kegiatan akademik, sehingga terjadi kebiasaan di kalangan akademisi untuk melakukan norma-norma kegiatan akademik tersebut. Budaya akademik adalah budaya atau sikap hidup yang selalu mencari kebenaran ilmiah melalui kegiatan akademik dalam masyarakat akademik, yang mengembangkan kebebasan berpikir, keterbukaan, pikiran kritis-analitis; rasional dan obyektif oleh warga masyarakat akademik.

Budaya Akademik dapat dipahami sebagai suatu totalitas dari kehidupan dan kegiatan akademik yang dihayati, dimaknai dan diamalkan oleh warga masyarakat akademik, di lembaga pendidikan tinggi dan lembaga penelitian. Ciri-ciri perkembangannya merupakan sikap, tingkah laku dan kegiatan-kegiatan konkrit praktis yang merupakan isi material dari ideal budaya akademik yang hendak diwujudkan. Dengan demikian, tanpa sikap “menghargai pendapat orang lain secara obyektif,” tanpa “pemikiran rasional dan kritis-analitis” yang disertai “tanggungjawab moral,” dapat dikatakan bahwa Budaya Akademik sebagai totalitas nilai yang tinggi dalam kehidupan dan kegiatan akademik mengalami kegagalan atau bahkan kehancuran.

Konsep dan pengertian tentang Budaya Akademik tersebut didukung perumusan karakteristik perkembangannya yang disebut “Ciri-Ciri Perkembangan Budaya Akademik” , yaitu ; (1) penghargaan terhadap pendapat orang lain secara obyektif; (2) pemikiran rasional dan kritis-analitis dengan tanggungjawab moral; (3) kebiasaan membaca; (4) penambahan ilmu dan wawasan; (5) kebiasaan meneliti dan mengabdi kepada masyarakat; (6) penulisan artikel, makalah, buku; (7) diskusi ilmiah; (8) proses belajar-mengajar, dan (9) manajemen perguruan tinggi yang baik. Semua hal ini merupakan kondisi yang dicita-citakan dalam budaya akademik Perguruan Tinggi. Kondisi yang dicita-citakan tersebut harus dibangun melalui kebiasaan membaca; menambah ilmu dan wawasan; kebiasaan meneliti dan mengabdi kepada masyarakat; dengan pengembangan penulisan artikel, makalah, buku; diskusi ilmiah; proses belajar-mengajar; dan manajemen perguruan tinggi yang baik, misalnya participatory management.

Salah satu bagian terpenting dari sikap dan mentalitas yang mengembangkan Budaya Akademik adalah pengutamaan terhadap orisinalitas karya para penggerak, pelaku, dan pendukung Budaya Akademik. Dalam Budaya Akademik, karya orisinal dan autentik mesti mendapat penghargaan tinggi; sebaliknya, karya imitasi, apalagi hasil penjiplakan tulisan dan penelitian, mesti mendapat perhatian untuk dicarikan penyelesaian yang bijak dan adil.

Dengan demikian, budaya akademik merupakan salah satu budaya yang mencerminkan nilai-nilai Kristen karena budaya akademik sangat bermanfaat bagi pengembangan diri seseorang untuk mendapatkan kualitas akademik sehingga orang tersebut dapat mengembangkan pengetahuan akademiknya di dalam kehidupan bermasyarakat.

 

Mahasiswa Kristen dan Budaya Akademik

Mahasiswa Kristen sebaiknya melihat budaya akademik sebagai aplikasi dari pandangan teologi Kristen tentang mandat budaya. Mandat budaya adalah panggilan suara kenabian yang mewartakan kebenaran Alkitab di dalam memandang seluruh problematika kehidupan di segala bidang baik pendidikan, ekonomi, sosial, hukum dan kemasyarakatan. Mandat tersebut adalah Selain mewartakan Alkitab, juga sebagai panggilan orang-orang percaya menerapkan prinsip-prinsip kebenaran  tertinggi. Sebagai pengikut Kristus (Kej 2:15) Tuhan menciptakan dan menempatkan manusia di taman eden untuk dua hal yaitu mengusaha dan memelihara taman itu. Mengusaha dalam bahasa Ibrani artinya melayani, memelihara dan melindungi. Menciptakan masyarakat sejahtera mengembangkan karakter bangsa yang tangguh, berdisiplin kuat, beretis kerja kokoh serta berdaya ivovasi dan berkreativitas tinggi.

Berdasarkan madat budaya tersebut, manjadi penting bagi mahasiswa Kristen untuk menyadari bahwa budaya akademik merupakan mandat budaya dari Allah di bidang pendidikan sekarang ini. Oleh sebab itu, mahasiswa Kristen harus turut berpartisipasi dan mendukung budaya akademik sebagai aplikasi dari kehendak Tuhan di dalam hidupnya.

Hubungan antara Kekristenan dengan budaya akademik secara jelas dipahami berdasarkan pandangan Richard Neibhur tentang pandangan Kristus pengubah kebudayaan. Konsep ini memandang bahwa Kristus adalah Penebus yang memperbaharui kehidupan manusia dan masyarakat. Allah adalah Pencipta dan Penebus, maka manusia yang telah dibaharui mempunyai tanggung jawab untuk mengembangkan kebaikan dan kesejahteraan dalam hidup bermasyarakat. Allah selalu hadir dan bekerja dalam kehidupan manusia bukan saja kehidupan yang akan datang tetapi kehidupan sekarang juga yaitu Allah hadir melalui kehidupan orang Kristen yang sudah menjadi manusia baru (Yoh 17:15-19, Mat 6:10).

Budaya Akademik merupakan budaya yang lain dari budaya biasanya. Budaya akademik berfungsi mengembangkan manusia menjadi manusia yang bermutu secara akademik. Menjadi tanggung jawab mahasiswa Kristen dalam menciptakan budaya akademik yang baik dan maksimal karena mahasiswa Kristen harus mendatangkan Terang Kristus dalam budaya akademik atau budaya berkampus. Budaya akademik yang dihadirkan oleh mahasiswa dan kampus dipandang sebagai budaya yang menerangi kebiasaan buruk mahasiswa seperti berlaku curang, nyontek, plagiat atau penjiplakan tulisan orang lain. Budaya ini membentuk mahasiswa menjadi pribadi yang mandiri secara akademik dalam tugas dan karyanya. Nilai obyektivitas, rasional dan kritis-analitis serta tanggung jawab moral harus dilakukan dan dijalankan oleh mahasiswa Kristen dalam menjalankan budaya akademik dalam panggilannya sebagai umat Kristen.

Budaya akademik merupakan aplikasi dari iman seorang mahasiswa Kristen dalam kehidupan berkampus. Mahasiswa Kristen wajib menjalankan budaya akademik sebagai suatu kewajiban dan tanggung jawab sebagai seorang yang berwarga negara Indonesia dalam dunia pendidikan dan berwarga negara Kerajaan Allah yang dinyatakan dalam kehidupannya sehingga integritas seorang mahasiswa Kristen terlihat melakui budaya akademik yang dilakukan. Mahasiswa Kristen harus berintegritas kristiani yang diwujudkan lewat budaya akademik dalam sikap yang kritis dan analisis serta objektif dan rasional dalam segala kegiatan sebagai mahasiswa yang membentuk tanggung jawab moral dalam hidupnya.

Dengan demikian, mahasiswa Kristen harus mewujudkan tanggung jawabnya sebagai umat Kristen dalam peran dan pekerjaan yang nyata dalam kehidupan bermasyarakat. Peran mahasiswa Kristen yang konkret adalah tindakan kasih dalam prestasi akademik yang berwujudkan tindakan kebenaran dan keadilan dalam segala aktivitas yang dilakukan. Mahasiswa Kristen harus saling memberi dukungan dalam perkuliahan agar kemalasan yang menjadi pangkal kebodohan dapat teratasi dengan baik. Mahasiswa Kristen wajib bersikap kritis dan analisis dalam pembelajaran yang dilalui sehingga nilai kebenaran dan keadilan dari proses pembelajaran dapat dipraktekan dalam kehidupan bermasyarakat.