SEKOLAH TINGGI AGAMA KRISTEN PROTESTAN NEGERI TARUTUNG
English
Pengumuman
  • Ditulis pada Kamis, 26 November 2015
  • 1547 Dilihat

    Wisuda STAKPN

    Bertempat di Auditorium Kampus II Silangkitang, Sipoholon Tapanuli Utara, Jumat (19/12), sebanyak 289 mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Kristen Protestan Negeri (STAKPN) Tarutung diwisuda.

    Dari jumlah tersebut, sebanyak 192 program studi Pendidikan Agama Kristen (PAK) tingkat S1 21 orang , S1 Teologi 7 orang, S1 Musik Gerejawi 1 orang, S1 Pastoral Konseling dan 8 orang program pasca srjana S2.

    Hadir dalam acara itu Dirjen Bimas Agama Kristen Oditha Hutabarat, Kepala Dinas Pendidikan Taput Jamel Panjaitan, Kabag Kesra Setda Taput Oloan Hutabalian dan ratusan para tamu undangan keluarga yang diwisuda.

    Acara wisuda diawali kebaktian singkat dilanjutkan dengan upacara nasional dipimpin langsung oleh Ketua Senat sekaligus Ketua STAKPN Tarutung Drs Ibelala Gea STh MSi.Wisuda kali ini merupakan wisuda ke XIV.

    Dalam sambutannya Ketua STAKPN Tarutung Drs Ibelala Gea STh MSi mengatakan bahwa acara wisuda merupakan suatu momentum yang mengharuskan para wisudawan setelah kurang lebih 5 tahun belajar menuntut ilmu dengan berbagai tantangan, pergumulan suka dan duka pahit manisnya belajar.

    STAKPN Tarutung, lanjut Ibelala, terus berupaya meningkatkan kualitas lulusan melalui peningkatan kualifikasi akademik tenaga dosen, tenaga administrasi dan peningkatan fasilitas pendukung seperti sistim pelayanan perpustakaan, website, sistim informasi akademik (SIA) serta sarana-prasarana lainnya.

    “Realita dilapangan yang sekaligus menjadi kebanggaan bahwa para alumni STAKPN Tarutung telah tersebar di seantero nusantara.

    Banyak telah diterima bekerja sebagai PNS seperti, guru, dosen, pegawai kantor, di lembaga swasta, pada organisasi gereja. Namun demikian  para alumni jangan pernah berpuas diri, teruslah belajar dan abadikanlah ilmu yang didapat ditengah tengah masyarkat,” sebutnya.

    Sebagaimana diketahui, terang Ibelala, STAKPN Tarutung merupakan perguruan tinggi Kristen negeri terbesar di Indonesia bagian barat dan yang menjadikan dirinya sebagai pusat studi religi Kristen (The Center of Christian Regiligion Study), yang banyak diminati dari calon mahasiswa yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia.

    Disamping itu juga, sambung Ibelala, STAKPN Tarutung merupakan lembaga pendidikan tenaga keguruan (LPTK) induk yang dipercayakan pemerintah untuk melaksanakan sertifikasi guru-guru agama Kristen dalam program pendidikan latihan profesi guru (PLPG) untuk wilayah Indonesia bagian barat.

    Mewakili Kementrian Agama Republik Indonesia Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakan (Bimas) Kristen Oditha Hutabarat mengharapkan para wisudawan wisudawati agar meningkatkan skill kemampuannya dibidang yang lain sehingga tidak lulus begitu saja.

    “Kompetensi akademik yang telah dipelajari dikampus adalah sebagai modal dasar untuk bekerja dan mengabdi ditengah-tengah masyarakat.Akan tetapi, itu tidak cukup.Sebab itu kami sarankan saudara terus belajar dan belajar sepanjang hayat,” ucapnya.

    Dia juga mengaku bangga dan mendukung program peningkatan Status STAKPN Tarutung menjadi Institut Agama Kristen Negri (IAKN) yang sedang diperjuangkan saat ini.